| Penulis | Krisdian Tata Syamwalid & Atik Rahmawati |
| Ukuran | 14,8 x 21 cm |
| Jumlah Halaman | 214 halaman |
| ISBN | - |
Sekian lama, masyarakat adat pesisir diposisikan sebagai kelompok rentan yang hanya menjadi objek intervensi pembangunan dan sasaran program bantuan pemerintah. Realitasnya, mereka adalah subjek sosial berdaya yang telah lama memiliki sistem kesejahteraan dan mitigasi mandiri.
Melalui penelusuran mendalam di Pulau Bawean, Gresik, Jawa Timur, buku ini mengungkap cara nelayan lokal merawat keseimbangan hidup, tanpa merusak alam.
Filosofi navigasi radisional (jhelarang), pembacaan mucim (pocokan dan kabeluh), jeda ekologis pada hari Jumat, penggunaan alat tangkap ramah lingkungan, mitos sakral karang, dan tradisi Labuhan sebentuk strategi nyata perlindungan ekosistem sekaligus penyangga ekonomi keluarga.
Buku Kearifan Lokal Masyarakat Adat Pesisir Bawean karya Krisdian Tata Syamwalid dan Atik Rahmawati ini menjadi bacaan penting bagi akademisi, praktisi kebijakan, dan pemerhati sosial untuk merumuskan ulang konsep pemberdayaan.
Pemberdayaan yang sebenarnya bukanlah memaksakan program dari luar, tetapi mengakui, memperkuat, dan berjalan bersama kearifan lokal.
Copyright © Pandiva | All rights reserved. Website by JMW